Balapan Exoskeleton: Hypershell Mendominasi Perbatasan Baru Teknologi Konsumen

22

Pasar eksoskeleton konsumen sedang memanas. Di CES 2026, perusahaan seperti WiRobotics, Sumbu, Ascentiz, Dephy, dan Skip Mo/Go memamerkan desain ambisius, sementara pemain mapan Dnsys dan Hypershell meluncurkan model baru. Namun setelah pengujian langsung, satu merek menonjol: Hypershell.

Dari Rehabilitasi hingga Ritel: Bangkitnya Robotika yang Dapat Dipakai

Exoskeleton, yang dulunya terbatas untuk keperluan medis dan industri, kini dipasarkan langsung ke konsumen. Pergeseran ini mencerminkan pasar yang berkembang pesat—diperkirakan akan melonjak dari $500 juta pada tahun 2025 menjadi lebih dari $2 miliar pada tahun 2030. Saat ini, hanya Hypershell dan Dnsys yang menawarkan model yang tersedia secara komersial, dan kami telah menguji Hypershell X Ultra ($1.999) dan Dnsys X1 Carbon Pro ($1.899) secara ketat.

Cara Kerjanya: Memberdayakan Gerakan Manusia

Perangkat ini biasanya dilengkapi inti yang dipasang di pinggang dengan belat mekanis yang memanjang hingga ke paha. Mereka memberikan bantuan robotik untuk berjalan, berlari, dan jongkok, yang bertujuan untuk mengurangi tenaga dan meningkatkan aktivitas fisik. Klaim pemasaran mencakup penurunan detak jantung, peningkatan daya tahan, dan penurunan permintaan daya. Namun, verifikasi independen terhadap manfaat-manfaat ini masih merupakan tantangan.

Ujian: Performa di Bawah Tekanan

Untuk membandingkan Hypershell dan Dnsys, kami melakukan pengujian dunia nyata di Lee Valley Athletics Centre London:

  • Lambat dan Mantap: Lari 400 meter untuk menilai tingkat pengerahan tenaga. Kedua eksoskeleton tersebut mengurangi detak jantung, namun efeknya kecil bagi individu yang sehat.
  • Upaya Maks: Lari cepat 60 meter untuk mengukur peningkatan kecepatan. Kedua model mengalami kemajuan pesat, meskipun perbedaannya sangat kecil.
  • Pendakian Tangga: Pendakian tiga menit untuk mengevaluasi bantuan naik dan turun. Sekali lagi, keduanya mengurangi ketegangan, namun Hypershell terasa lebih halus.

Putusan: Hypershell Memimpin

Meskipun memiliki spesifikasi yang sebanding (Hypershell: daya puncak 1.000W; Dnsys: 900W), Hypershell X Ultra muncul sebagai pemenang. Kenyamanannya yang unggul, pola langkah alami, dan pengoperasian senyap membedakannya. Dnsys X1 Carbon Pro, meskipun menawarkan lebih banyak pengaturan daya, terasa tersentak-sentak dan menghasilkan rengekan robot yang meresahkan.

“Hypershell terasa halus dan terkontrol, sementara Dnsy mengangkat kaki kami seperti Woody dari Toy Story.”

Pokok Penting

  • Kenyamanan dan Kehalusan: Desain Hypershell mengutamakan gerakan alami, sehingga meningkatkan kegunaan.
  • Faktor Kebisingan: Pengoperasian keras Dnsys X1 Carbon Pro adalah kelemahan yang signifikan.
  • Integrasi AI: Kedua merek mengklaim adaptasi gaya berjalan yang didukung AI, namun eksekusi Hypershell terasa lebih halus.

Meskipun exoskeleton mungkin tidak penting bagi atlet elit, exoskeleton menawarkan manfaat potensial bagi individu dengan masalah mobilitas atau mereka yang ingin mengurangi ketegangan fisik. Untuk saat ini, Hypershell X Ultra mewakili pilihan terbaik bagi konsumen yang memasuki pasar negara berkembang ini.