Wayve, startup Eropa terkemuka yang berspesialisasi dalam kecerdasan buatan untuk kendaraan otonom, telah mengumpulkan $1,2 miliar dalam putaran pendanaan yang bisa mencapai $1,5 miliar jika target kinerja tercapai. Investasi besar ini menunjukkan semakin besarnya kepercayaan terhadap solusi otomotif berbasis AI, karena industri ini mengantisipasi peningkatan signifikan kendaraan tanpa pengemudi di jalan umum pada tahun-tahun mendatang.
AI Eropa Mendapatkan Daya Tarik
Keberhasilan Wayve sangat penting karena Eropa secara historis tertinggal dibandingkan Amerika Serikat dalam mengembangkan perusahaan teknologi besar. Perusahaan ini sedang membangun sistem AI yang dirancang untuk memberikan lisensi kepada produsen mobil, sehingga memungkinkan mereka mengintegrasikan kemampuan mengemudi mandiri tanpa mengembangkan perangkat lunak yang rumit secara mandiri. Teknologi ini mengandalkan pemrosesan data real-time dari kamera, sensor, dan sistem kendaraan lainnya untuk memungkinkan pengambilan keputusan secara otonom.
Bernilai $8,6 Miliar
Putaran pendanaan baru ini memberi nilai pada Wayve sebesar $8,6 miliar, menjadikannya salah satu investasi terbesar di startup Eropa hingga saat ini. Kesepakatan tersebut dipimpin oleh perusahaan modal ventura Eclipse dan Balderton Capital, dengan partisipasi dari raksasa industri seperti SoftBank, Microsoft, Nvidia, Uber, Mercedes-Benz, Nissan, dan Stellantis. Dukungan luas ini menandakan adanya pertaruhan besar dan evolusi pesat dalam pasar kendaraan otonom.
Rencana Persaingan dan Ekspansi
Wayve bersaing langsung dengan pemain mapan seperti Waymo (dimiliki oleh perusahaan induk Google), yang baru-baru ini memperoleh $16 miliar untuk ekspansi global. Namun, Wayve menerapkan model bisnis yang unik: mereka berfokus secara eksklusif pada pengembangan perangkat lunak, melisensikan AI-nya kepada produsen mobil yang sudah ada, dibandingkan membuat kendaraan lengkap atau layanan ride-sharing itu sendiri.
Taksi Tanpa Sopir dan Kendaraan Konsumen
Wayve berencana meluncurkan uji coba komersial taksi tanpa pengemudi di London melalui kemitraan dengan Uber pada akhir tahun ini, dengan rencana perluasan ke kota-kota lain. Perusahaan memproyeksikan kendaraan konsumen yang dilengkapi dengan teknologinya akan tersedia untuk dibeli pada tahun 2027, menawarkan fitur mengemudi berbantuan di mana sistem menangani kemudi, navigasi, dan respons lalu lintas di bawah pengawasan pengemudi.
Pendekatan Wayve dalam melisensikan perangkat lunak AI kepada produsen mobil merupakan langkah strategis untuk mempercepat penerapan sistem mengemudi otonom tanpa memerlukan belanja modal besar-besaran untuk membangun seluruh ekosistem kendaraan.
Perusahaan sebelumnya mengumpulkan $1 miliar pada tahun 2024, menunjukkan minat investor yang konsisten. Perlombaan untuk mendominasi kendaraan otonom semakin memanas, dan pendanaan terbaru Wayve menempatkannya sebagai pemain kunci dalam membentuk masa depan transportasi.
